Ular, dari mendengar namanya saja kita sudah merinding.

Ya, hewan melata yang satu ini memang mengerikan selain bentuknya yang bersisik.

Sebagian besar ular di muka bumi memiliki bisa yang dapat amat berbahaya bagi manusia.

Bisa ular memang terbagi menjadi beberapa kategori mulai yang tidak berbahaya, medium atau cukup berbahaya sampai yang sangat berbahaya.

Hingga mampu membunuh manusia hanya dengan beberapa tetes.

Satu diantaranya adalah ular derik (rattlesnake) merupakan ular yang umumnya ditemui di padang pasir.

Ular derik mudah dikenali dari bunyi khas getaran ujung ekornya.

Saat menyerang, ular ini mampu menyodok hingga lebih dari 2 hingga 3 panjang tubuhnya.

Ular muda lebih bahaya daripada ular dewasa, ini karena ketidakmampuannya mengontrol jumlah racun yang disuntikkan.

Dilansir Elitereaders, sebagian besar spesies ular ini memiliki racun hemotoksik yang mampu menghancurkan jaringan dan organ tubuh serta menyebabkan gangguan pembekuan darah.

Kesulitan bernapas, kelumpuhan dan pendarahan yang terus-menerus merupakan gejala umum akibat gigitan ular ini.

Jika tidak diobati dapat berakibat fatal.

Sementara itu, pernahkah Anda berpikir soal ekor ular derik yang kerap berbunyi ketika merasa terganggu.

Seorang pria mencoba mengungkap isi di dalam ekor ular derik yang telah mati.

Bahkan ular derik yang telah mati itu, ekornya masih bisa menimbulkan suara.

Ternyata dari dalam isi ekor ular tersebut tidak ada sesuatu apapun.

Diduga bunyi yang dihasilkan oleh ular derik berasal dari kulit ekornya.

Ular derik merupakan kelompok ular mura berbisa dari anak suku Crotalinae.

Ciri khas ular ini adalah ekornya yang terdiri dari segmen-segmen yang bisa menimbulkan suara yang keras bila digetarkan.

Ular derik terdiri atas dua genus, yakni Crotalus sp. dan Sistrurus sp.

Nama ilmiahnya berasal dari kata Krotalon=”penderik” untuk genus Crotalus dan Seistro-uros Seistro=”gemerincing” dan uros=”ekor” untuk genus Sistrurus.
Semua jenis ular derik hanya terdapat dan hanya bisa ditemukan di Amerika.

Sesuai dengan namanya, ular derik bisa menghasilkan bunyi gemericing dengan derik di ujung ekornya.

Tujuannya ialah untuk memperingatkan musuh agar tidak mengganggunya.

Derik tersebut tersusun dari zat tanduk kokoh berongga yang berupa segmen-segmen (ruas-ruas) dan dapat menimbulkan suara yang keras jika digetarkan.

Ruas derik tersebut semakin ke ujung, semakin kecil ukurannya.

Setiap ular derik berganti kulit akan tumbuh ruas derik yang baru.

Ular derik selalu mengangkat ekor deriknya meskipun tidak digunakan, tujuannya untuk menghindari rusak atau hilangnya derik tersebut.

Kebanyakan orang percaya bahwa setiap bertambah satu ruas, berarti umur ular itu bertambah juga.

Namun itu tidak benar karena jumlah segmen hanya bertambah setiap mereka berganti kulit, bukan karena bertambah umur

Keistimewaanya yang lain yaitu, jika kita memotong kepalanya, kepala itu masih dapat mengigit.

Itu karena masih terdapatnya sinar infra merah yang terhubung dengan tubuhnya, itu menurut para ilmuan yang meneliti ular derik.

jika ular derik menyuntikan racunya dengan dosis yang besar, ular itu membutuhkan hampir 1 bulan untuk memproduksi bisanya kembali.

Semua ular derik, racunnya bersifat hemotoksin

Lihat Videonya di Bawah Ini

Editor: bandot

VIDEO: Belah Ekor Ular Berbisa yang Kerap Berbunyi, Seorang Pria Kaget Ternyata Isinya Seperti Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *